Virus Membatik di Desa Batik Tegalrejo

advertise here
Koleksi Batik Desa Batik Tegalrejo
(sumber : instagram @kba_gedangsari)

Aku pernah mengenakan batik tulis saat mengitari Tembok Raksasa di China yang saat ini sedang dilanda musibah adanya wabah virus corona. Virus tersebut saat ini telah menyebar di beberapa negara sehingga menjadi masalah dunia yang harus diatasi bersama. Ngobrolin virus jadi teringat dengan #DesaBatikTegalrejo yang menyebarkan virus positif bagi para wisatawan lokal ataupun manca negara. Desa ini telah mengemas berbagai potensi yang ada di Tegalrejo menjadi paket-paket wisata yang ciamik, salah satunya adalah pelatihan membatik yang diberikan untuk para wisatawan yang berkunjung ke Desa Batik Tegalrejo.
Paket wisata budaya membatik di Desa Batik Tegalrejo menjadi sorotan utama para wisatawan lokal maupun manca negara. Penasaran dengan cara membuat batik versi Desa Batik Tegalrejo? Simak baik-baik ya, dan boleh juga langsung kamu paktekkin hehe
 Berikut adalah cara membuat batik yang kuamati dari aktifitas proses pembuatan batik di Desa Batik Tegal Rejo:

1.  Pembuatan Motif Batik
Pembuatan motif batik dilakukan dengan cara mengembangkan dan mengubah suatu bentuk sumber ide menjadi referensi motif yang kemudian dibuat sket-sket gambar motif. Beragam motif yang sudah ada diantaranya adalah motif yang bertemakan alam yang ada di daerah Gedangsari seperti daun-daunan.

2.  Pembuatan Pola Kain Batik
Pada tahap pembuatan pola batik yang dilakukan adalah menyusun antara motif utama, motif pendukung dan motif isen menjadi sebuah pola batik yang kemudian dijiplak ke kain untuk dibatik.


3.  Memindahkan Pola Batik ke Kain
Memola adalah memindahkan pola ke kain menggunakan pensil. Namun sebelum kain di pola, kain harus melalui tahap mordanting, yakni:
Mordanting adalah proses perebusan kain dengan garam logam menggunakan tawas dan soda abu. Mordanting pada batik warna alam bertujuan untuk mempermudah serat kain menyerap pewarna dan membuat warna menjadi lebih rata. Adapun resep mordan untuk 500 gram kain katun adalah sebagai berikut:
a.     Merendam kain dalam larutan 2 gram/ liter deterjen selama semalam.
b. Kain dicuci dengan air bersih dan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan.
c.   Merebus kain ke dalam 17 liter air yang mengandung 100 gram tawas dan 30 gram soda abu selama 1 jam sambil dibolak- balik kainnya.
d.     Setelah perebusan matikan api dan biarkan kain tetap dalam larutan tersebut selama semalam.
e.     Pagi harinya kain dicuci bersih dan di angin-anginkan sampai kering kemudian kain siap untuk dibatik.
Setelah mordanting selesai, kain dipola sesuai dengan pola yang dikehendaki menggunakan pensil dan alas meja.

4.  Pencantingan
Proses Pencantingan Batik Tegalrejo
(sumber : instagram @kba_gedangsari

Tahap setelah memindahkan pola ke kain adalah membatik menggunakan teknik  mencanting. Pada teknik mencanting ini menggunakan canting cecek ataupun klowong yang bertujuan untuk menghasilkan karya batik kibasan sabut kelapa tanpa meninggalkan ciri khas batik yaitu penggunaan canting cecek dan klowong dalam membuat batik sesuai dengan pola.

5.  Pewarnaan
Setelah kain melalui tahap pencantingan dengan malam (lilin), selanjutnya adalah tahap pewarnaan dengan Zat Pewarna Alam (ZPA). Pewarna alam yang digunakan pada penciptaan batik ini adalah kayu tingi, buah jalawe dan kulit bawang merah. Tahapan pewarnaan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a.  Pembuatan Ekstrasi Warna Alam
Pada tahap pewarnaan ini, yang harus disiapkan adalah membuat ekstrasi warna alam dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1)Menimbang bahan warna alam menggunakan timbangan.
2)Setiap 1 kg bahan warna alam direbus dengan 10 liter air.
3)Rebus dengan api panas sampai rebusa menjadi setengah (5 liter).
4)Biarkan larutan warna menjadi dingin, setelah larutan benar-benar dingin baru dapat digunakan untuk mewarna kain. Untuk mendapatkan warna yang lebih bagus, diinapkan minimal satu malam larutan warna tersebut agar lebih pekat saat digunakan.

  1. Pencelupan Warna
Pada tahap pencelupan kain ke bak yang berisi pewarna ini dilakukan secara merata dan bolak- balik agar menghasilkan warna yang merata. Selesai pencelupan kain ditiriskan dengan cara di angin-anginkan sampai tiris. Setelah tiris kain dicelupkan kembali ke pewarna berulang kali sampai mendapatkan warna sesuai dengan keinginan. Pencelupan warna alam pada tahap ini dilakukan berulang-ulang sampai mendapatkan warna yang diinginkan kurang lebih selama 3 hari. Setelah mendapatkan warna yang sesuai, kain didiamkan selama semalam sebelum memasuki tahap penguncian warna.
  1. Penguncian Warna
Setelah kain didiamkan semalam dengan tujuan warna dapat melekat pada kain, kain siap memasuki proses penguncian warna. Penguncian warna (fiksasi) adalah memperkuat warna dan zat pewarna alam sesuai dengan jenis logam yang mengikatnya.
Adapun jenis fiksasi ada yang digunakan dalam pewarnaan alam adalah sebagai beriku :
1)  Tawas (Kal (SO4) 2) dosis 70 gram /liter.
Pada proses fiksasi dengan tawas akan menghasilkan warna sesuai dengan warna aslinya.
2)  Kapur
Pada proses fiksasi menggunakan kapur akan menghasilkan warna lebih tua dari aslinya.
3)  Tunjung (Fe SO4) dosis 20 gram/ liter.
Pada proses fiksasi menggunakan tunjung akan memberikan warna kearah gelap atau tua.

Setelah menentukan jenis fiksasi yang dipilih untuk mengunci pewarna, tahapan selanjutnya adalah tahap pencelupan kain ke bak pewarna. Adapun tahapan pencelupan fiksasi adalah sebagai berikut:
1)    Melipat wiru kain yang sudah selesai dicelupkan pewarna dan sudah diinapkan satu malam dalam kondisi kering.
2)    Mencelupkan kain pada larutan fiksasi yang diinginkan dengan cara di bolak-balikkan agar hasil warna merata. Pencelupan dilakukan sesuai dengan kebutuhan intensitas warna yang dikehendaki.
3)    Cuci bersih kain menggunakan air netral secara perlahan.
4)    Kemudian kain diangin-anginkan sampai kering dan kain siap diproses kembali.
5)     
6.  Pelorodan
Pelorodan adalah proses perebusan untuk menghilangkan malam (lilin) yang menempel pada batik. Proses ini diperlukan adanya zat pembantu agar lilin yang menempel pada kain mudah lepas pada saat direbus. Zat pembantu tersebut adalah soda abu, waterglass dan kanji. Peralatan yang digunakan untuk melorod adalah sebagai berikut:
a.  Panci besar/ Jeding
Jeding adalah wadah yang digunakan untuk merebus air, soda abu dan kanji yang diletakkan pada  atas kompor dalam proses pelorodan.
b.  Serok
Serok adalah alat yang digunakan untuk mengambil lilin cair ketika proses pelorodan berlangsung.
c.   Tongkat/ Kayu
Tongkat digunakan untuk mempermudah dalam membolak-balikkan kain ketika proses pelorodan berlangsung.

Jadi Desa Batik Tegalrejo adalah tempat asyik untuk liburanmu yang berfaedah. Membuat batik warna alam yang unik juga menarik. Jangan lupa juga sebarin virus membatik mu ke teman-teman mu untuk belajar membatik juga di Desa Tegalrejo.




Click to comment