Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Inovasi Warna Alam untuk Batik Indonesia

Gambar
Secara etimologi, kata batik berasal dari bahasa Jawa, amba yang berarti lebar, luas, kain; dan “titik” atau matik (kata kerja membuat titik) yang kemudian berkembang menjadi istilah batik (Wulandari, 2011: 4). Pada masa lampau, batik banyak dipakai oleh orang Indonesia di daerah Jawa. Itu pun terbatas pada golongan ningrat keraton dengan aturan yang sangat ketat. Artinya, tidak sembarangan orang boleh mengenakan batik, terutama pada motif-motif tertentu yang ditetapkan sebagai motif larangan bagi khalayak luas. Namun pada perkembangannya, batik bebas dipakai baik untuk pakaian formal maupun non formal.   Perkembangan batik di pulau Jawa sangat pesat terutama di daerah Solo dan Yogyakarta. Batik menjadi warisan budaya seni tradisional turun-temurun dari jaman dahulu sampai masa sekarang. Dahulu wanita -wanita Jawa menjadikan ketrampilan membuat batik tulis sebagai mata pencaharian utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan kebutuhan ekonomi berbangsa dan bernegara dalam bermasy

Batik Pitakonan ? Teknik Kibasan Variasi Teknik Tulis

Gambar
Gambar. Batik Pitakonan (Karya Pribadi: Sumarni Alisha A. 2016) Nama Karya: “Batik Pitakonan” Motif : Karya terdiri dari gabungan motif takon, telu, kibas dan ukel Ukuran: 110 cm x 250 cm Media: Primisima Kereta Kencana Teknik pewarnaan: Celup warna alam buah jalawe, pengunci warna tunjung, menggranit,  mencanting, tutup, celup warna alam kayu tingi, pengunci warna gamping dan injet.